Sandiaga Uno Sebut Dirinya Layak Pimpin DKI

Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno positif memenangkan pemilihan JAWA 2017. Dia menjelaskan, ada banyak hal, bahwa alasan Anis dan dia mitra masyarakat setempat dapat percaya layak untuk memimpin kota utama.

"Saya melihat, sebagai pemohon untuk Gubernur harus berada dalam posisi untuk menjaring aspirasi yang terkait dengan warga. Aku sudah sejak 1. 5 tahun yang lalu hingga orang-orang juga sebagai terima kasih Tuhan mampu menangkap aspirasi rakyat, "mengatakan dia dalam kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/3/2017).

Menurut Sandiaga sederhana, Menurut berita terkini masyarakat ingin sangat lebar bidang pekerjaan dan juga biaya hidup terjangkau. Selain jaminan bagi subjek.

"Ekonomi lebih sulit, terutama bekerja. Mereka ingin kesempatan bisnis untuk waktu dekat difasilitasi. Mereka juga ingin jaminan bahwa pekerjaan dapat membantu kesejahteraan mereka tumbuh dan membuat, "katanya.

Mengeong warga kota dana adalah masalah sekolah. Sangat miskin ada penduduk yang masih belajar gagal untuk menyelesaikan sekolah menengah atas (SMA).

"Pendidikan adalah hal utama sebagai warga negara yang baik begitu diinginkan. Harus ada sebuah sistem pendidikan yang lengkap. Kita semua tahu ketiga siswa harus SMA baseball berjarak bangku bukan sekolah. Ini benar-benar adalah menghawatirkan. Bagaimana sepertiga mengenai warganya tidak total SMA di Jakarta, "katanya.

"Untuk itu kami sangat tidak mampu menyajikan KJP dalam penambahan. Kemudian biaya hidup ini juga masalah. Penghasilan mereka tidak bisa bangkit banyak, tetapi meningkatkan biaya hidup aktual. Sebagai biaya transportasi serta cabe. Kami ingin hadir solusi, "kata Sandiaga Uno

Calon sebenarnya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Anies Baswedan dan Sandiaga Uno membeber program pulang tanpa uang muka atau uang muka (DP).

Sandiaga Uno mengatakan program rumah tanpa uang muka, bisa sebenarnya warga Jakarta memiliki rumah yang harganya murah.

"Kami sedang mencari solusi pada masalah, secara khusus mendapatkan rumah. Untuk menjalankan yang tertentu hambatan adalah benar-benar masalah uang muka (DP), sebuah komposisi yang menyangkut tujuan orang-orang hidup, yang menjadi kendala, dan sejauh ini tidak pernah berdebat jawabannya. Hari ini semua berpendapat, setuju atau tidak setuju, "menjelaskan Anies Baswedan.

Wakil Gubernur Sandiaga Uno menyatakan, konsep rumah dengan tanpa uang muka telah menerima tanggapan optimis dari warga melibatkan DKI Jakarta.

"Beberapa orang beberapa mengatakan, kita dapat mendaftar bisbol sekarang, hanya karena mereka antusias, yang menjadi perubahan di Jakarta, inci mengatakan dia adalah di tempat yang sama.

Pasangan sebenarnya di gereja pemilihan Jakarta ditambahkan, bagi individu yang ingin mendaftar dan mengambil bagian dalam program ini harus menyimpan uang terlebih dahulu selama 6 bulan. Setelah itu, akan menjadi dihitung lagi 6 untuk 12 bulan, Apakah terdaftar dalam sistem ini untuk menyimpan dan melihat pola mereka tabungan mereka.

"Kami melihat pola tabungan Anda hewan peliharaan dan kuat membayar-bagaimana banyak angsuran, serta sebagai tepat apa DP skema, akhirnya semua orang memiliki apriori. Ini adalah sebuah program yang benar-benar inovatif dan penasaran warga, "kata Sandiaga Uno.

Dalam perdebatan ketiga terus Electoral (KPU) DKI Jakarta, Anies sebentar whizzes nol uang muka sistem dolar untuk kredit memiliki di Jakarta.

Program diselesaikan beragam dengan banyak acara, termasuk lembaga Gubernur keuangan Indonesia Agus Martowardojo mengatakan progtam itu telah melanggar peraturan yang mengatur pinjaman uang muka kredit kepemilikan rumah setidaknya 15%.Namun, Anis sehingga mengumumkan kebijakan rumah dengan uang muka ini tidak melanggar pedoman ketika adalah sebuah program County.

"Masalah terletak di Pasal 17 pemberi pinjaman Indonesia peraturan nomor 18/6/PBI/1999. DP adalah tidak benar-benar tidak persen, tapi nol dolar, "kata Anies di Jakarta, Jumat, Februari 17, 2017